Review Mikuso Pegasus XP400: Headset Wireless Murah Fitur Lengkap, Saingan DBE?
Kalau ngomongin Mikuso, biasanya orang langsung kepikiran speaker murah tapi kualitasnya gak murahan. Tapi sekarang pertanyaannya beda.
Gimana kalau Mikuso bikin headset gaming?
Di artikel ini kita bakal kupas tuntas Mikuso Pegasus XP400, headset wireless yang bawa Bluetooth 5.3, dongle 2.4GHz, kabel Type-C, bahkan jack 3.5mm. All-in-one banget di kelas harganya.
Apakah ini cuma banyak fitur doang, atau emang performanya beneran niat?
Unboxing & Fitur Utama: Gak Main-Main
Begitu buka box, yang langsung keliatan itu branding Pegasus XP400 Wireless dengan highlight:
- Bluetooth 5.3
- Wireless 2.4GHz
- Dual mode dongle (USB-A + Type-C)
- Multiport adapter
Ini udah kasih sinyal kalau headset ini fleksibel banget buat berbagai device.
Isi Dalam Box:
- Headset Mikuso Pegasus XP400
- Mic condenser lepas pasang
- Kabel USB-A ke Type-C
- Kabel audio jack ke Type-C
- Dongle 2.4GHz dual interface
Yang paling menarik? Dongle-nya.
Dual Dongle 2.4GHz: Praktis Parah
Biasanya brand lain kasih dua dongle terpisah: satu USB-A, satu Type-C.
Di Pegasus XP400, dalam satu dongle udah ada:
- USB-A
- Type-C
Jadi tinggal colok sesuai device, gak perlu ribet nyari converter atau dongle tambahan.
Buat yang sering pindah-pindah dari PC ke laptop, ke HP, ke console, ini simpel banget.
Dual Microphone: Bisa Lepas atau Pakai Internal
Headset ini punya dua sistem mic:
- Mic condenser eksternal (bisa dilepas)
- Mic internal bawaan
Kalau lagi gaming serius atau meeting penting, tinggal pasang mic eksternalnya.
Kalau lagi santai atau nonton, bisa lepas dan pakai mic internal aja.
Fleksibel sesuai kebutuhan.
Peringatan Penting: Jangan Pakai Fast Charging
Ada catatan penting dari produsennya: no fast charge.
Jangan isi daya pakai charger fast charging karena bisa mempercepat penurunan umur baterai.
Charge pakai charger standar biar baterai tetap awet.
Spesifikasi & Performa Audio: Driver 50mm yang Berani
Mikuso Pegasus XP400 pakai driver 50mm.
Dan ini bukan cuma angka.
Bass
Bass tendangannya terasa lantang dan cukup dalam di kelas harganya.
Mid
Mid stabil dan cukup bersih. Vokal masih jelas, gak ketutup bass.
Treble
Treble detail dan bright. Justru ini jadi salah satu bagian paling standout. Bikin suara terasa hidup dan lebih immersive.
Semua frekuensi terasa main. Gak ada yang dominan berlebihan.
Baca juga : https://mejaunbox.id/review-aitu-c6-headset-bone-conduction-budget-tapi-layak-dipertimbangin/
Gaming Experience: Delay Minim, Positioning Akurat
Untuk gaming, ini enak banget dipakai.
- Delay sangat minim via 2.4GHz
- Footstep dan arah musuh jelas
- Soundstage cukup luas untuk kelasnya
Driver 50mm bantu banget buat bikin detail kecil tetap kedengeran.
Buat main FPS atau game kompetitif, ini udah lebih dari cukup.
Konektivitas: Bisa ke Semua Device
Headset ini bisa konek ke:
- PC
- Laptop
- HP
- Tablet
- PlayStation
- Nintendo Switch
Mode koneksinya juga lengkap:
- Bluetooth 5.3
- Dongle 2.4GHz
- Kabel Type-C
- Jack 3.5mm
Kalau baterai habis? Tinggal pakai kabel. Gak perlu panik.
Ini beneran headset all-in-one.
Baterai 1000mAh: Tahan Sampai 25 Jam
Kapasitas baterai 1000mAh.
Di kelas harga yang sama, banyak kompetitor cuma kasih 500–600mAh.
Playtime bisa sampai sekitar 25 jam penggunaan normal.
Ini udah cukup banget buat gaming seharian atau kerja tanpa mikirin charge terus.
Desain & Build Quality
Bobot sekitar 220 gram, tergolong ringan.
Desainnya futuristik, warnanya berani, dan kelihatan beda dari headset standar.
Headband Karet Adjustable
Ada sistem headroom dengan karet yang bikin headset tetap nge-grip meskipun ukuran kepala lebih kecil.
Cocok banget buat:
- Kepala kecil
- Remaja
- Atau yang sering susah cari headset pas
Secara build:
- Headband terasa cukup padat
- Bagian driver agak standar
- Overall wajar sesuai harga
Ini bukan build premium metal, tapi gak terasa ringkih juga.
Feel Penggunaan: Agak Nge-Press
Sekarang bagian jujurnya.
Headset ini tergolong agak nge-press saat dipakai.
Kalau kepala kecil, ini justru enak karena lebih rapat dan kedap.
Tapi kalau kepala besar, mungkin terasa sedikit sempit.
Busanya cukup tebal, tapi ukuran over-ear cup-nya gak terlalu besar dibanding beberapa brand lain.
Plusnya:
- Isolasi suara jadi lebih bagus karena rapat
Minusnya:
- Bisa terasa kurang lega untuk sebagian orang
Jadi ini sangat tergantung bentuk kepala masing-masing.
Head-to-Head dengan Brand Lain
Kalau dibandingkan dengan headset lain di kelas fitur serupa:
- Sama-sama ada wireless 2.4GHz
- Sama-sama ada Bluetooth
- Sama-sama bisa pakai kabel
Tapi dari sisi harga, Pegasus XP400 biasanya lebih murah.
Performa audio bedanya tipis, tapi dari sisi value, Mikuso ini lebih agresif.
Kalau ngomongin performa dibanding harga, ini termasuk kuat banget.
Kelebihan Mikuso Pegasus XP400
- Driver 50mm bertenaga
- Bluetooth 5.3 + 2.4GHz
- Dual dongle USB-A & Type-C
- Dual mic (internal + eksternal)
- Baterai 1000mAh tahan lama
- Bisa wired dan wireless
- Value for money tinggi
Kekurangan Mikuso Pegasus XP400
- Feel agak nge-press untuk kepala besar
- Build quality standar sesuai harga
- Tidak support fast charging
Kesimpulan: Rekomendasi atau Enggak?
Kalau budget lu mentok di kelas harga menengah tapi pengen:
- Headset wireless low latency
- Bisa dipakai semua device
- Suara gaming mantap
- Fitur lengkap tanpa ribet
Mikuso Pegasus XP400 itu recommended banget.
Apalagi kalau ukuran kepala lu kecil atau suka headset yang lebih rapat dan kedap.
Di kelasnya, ini bukan cuma layak beli. Ini salah satu opsi paling rasional kalau ngelihat performa dibanding harga.
MIKUSO X-SERIES XP-400 HEADSET GAMING 4-IN-1 || HEADSET WIRELESS BLUETOOTH WIRED
SPESIFIKASI Wired/Type-C Wireless/USB-A Wireless/Bluetooth 5.3 Multi Port Adapter Inner Side Rotate 90° Battery Capacity 1000 mAh with Type-C Charging Port 10 Meter Receiving Distance
Link pembelian resmi TERMURAH
