CCTVReview

Review CCTV Fantech SC0201 PTZ: Kamera WiFi 2K 1296P, Privacy Mode Mekanis, Support ONVIF

Butuh kamera indoor serba-guna buat mantau hewan peliharaan, anak di ruang belajar, gudang barang, atau area kerja tim editing? Fantech—yang biasanya identik dengan gear gaming—punya lini Smart Life untuk perangkat rumah pintar. Salah satu yang paling menarik di kelas harga hemat adalah Fantech SC0201 PTZ (sering tertulis SC02 / SC0201), kamera WiFi dengan resolusi 2K (1296p), pan/tilt luas, audio dua arah, slot microSD, dukungan cloud, dan yang paling unik: privacy mode mekanis yang benar-benar menyembunyikan lensa (bukan sekadar mematikan feed lewat software).

Artikel ini merangkum pengalaman pakai, penjelasan fitur, cara pasang, hasil gambar siang-malam, sampai daftar kelebihan dan kekurangan—dengan format khas Meja Unbox yang rapi untuk WordPress.


Ringkas Cepat: Untuk Siapa Kamera Ini?

  • Pemilik rumah/kost yang mau mantau ruangan internal (ruang tamu, kamar anak, studio).
  • Pemilik hewan peliharaan yang sering cek dari jarak jauh.
  • Pengguna rumahan yang ingin CCTV murah tapi fitur lengkap: pan/tilt, motion detection, audio dua arah.
  • Kantor kecil, studio, toko kasir, atau ruang stok yang butuh kamera bisa belok kiri-kanan dari HP.
  • Pengguna yang peduli privasi: kamera bisa “menunduk” dan menutup lensa saat tidak digunakan.

Harga & Tempat Beli

Harga jalanan umumnya bermain di kisaran entry-level (sering di bawah 200 ribu, bergantung promo). Seperti biasa, sebelum review kami cek beberapa marketplace untuk memastikan listing termurah & terpercaya.
Cek harga terbaru: [LINK TOKO RESMI / TERMURAH – isi saat publish]
(Angka harga jangan dikunci; update sesuai promo flash sale.)


Isi Paket

Unit yang kami terima mencakup:

  • Kamera Fantech SC0201 PTZ.
  • Kabel USB-A ke USB-C (pendek; cukup untuk pemakaian meja / dinding rendah).
  • Adaptor daya 5V / 1A.
  • Bracket & sekrup dinding (wall mount template kertas disertakan).
  • Kartu garansi & buku panduan singkat.

Kabel bawaan relatif pendek. Jika ingin pasang lebih tinggi (misal plafon), siapkan kabel USB-C ekstensi atau adaptor perpanjangan.


Desain & Build Quality

Look: Bulat-dengan-basis, gaya kamera indoor modern. Dari depan mirip “kepala robot” kecil—jadi tidak mengintimidasi kalau ditaruh di ruang keluarga atau meja belajar.

Material: Plastik matte rapi; finishing bersih tanpa garis molding kasar. Bagian kepala kamera (bola optik) duduk di dalam cangkang housing dan bergerak saat pan/tilt.

Port & Komponen Eksternal:

  • Port USB-C di belakang (power).
  • Lubang speaker besar (audio dua arah).
  • Slot microSD & tombol reset tersembunyi di area belakang/bawah housing (tidak mudah dijangkau orang iseng).
  • Alur bracket mounting di dasar unit.

Catatan ergonomi: Karena port power di belakang dan kabel pendek, kamera ini paling enak dipakai di meja, rak, atau dinding rendah. Bisa plafon, tapi siapkan kabel panjang & atur orientasi dengan fitur “flip image” di aplikasi.


Spesifikasi Teknis Fantech SC0201 PTZ

ParameterDetail
Resolusi video2304 × 1296 (2K/1296p)
SensorCMOS 1/2.9″ (kelas entry indoor)
Foto still~3MP (efektif)
Frame rateHingga ±15 fps pada 1296p (umum untuk kamera WiFi kelas ini)
Pan±355° horizontal (hampir penuh keliling, ada zona mati kecil)
Tilt~150° vertikal (dari agak menunduk ke arah atas sampai mode “sembunyi”)
Field of View±135°
Lensa~3.6 mm wide
AudioTwo-way (mic + speaker)
PenyimpananmicroSD hingga 128GB (tidak termasuk) + Cloud (opsional)
Daya5V / 1A (USB-C)
KonektivitasWi-Fi 2.4 GHz
IntegrasiSupport ONVIF (dapat dihubungkan ke NVR / sistem multi-CCTV)
ModeNight Vision IR otomatis; Motion Detection; Motion Tracking; Privacy Mode; Anti-Flicker; Cloud

Fitur Unggulan yang Penting

1. Pan & Tilt Luas

Kamera bisa diputar kiri-kanan hampir penuh ruangan dan dimiringkan atas-bawah cukup jauh. Untuk ruangan kecil–menengah, satu unit sudah bisa gantikan dua kamera fixed jika sudut penempatan tepat.

2. Privacy Mode Mekanis

Saat diaktifkan dari aplikasi, lensa benar-benar menunduk ke dalam housing—fisik tertutup. Ini jauh lebih aman daripada “privacy via software” yang hanya mematikan feed. Cocok buat ruangan privat saat kamera tidak dibutuhkan.

3. Two-Way Audio

Kamu bisa bicara lewat aplikasi; suara keluar dari speaker belakang. Mic internal cukup untuk menangkap suara di sekitar ruangan (jarak tergantung kebisingan ruangan).

4. Night Vision & Mode Gelap

Memiliki IR LED untuk mode malam. Dalam ruangan gelap, wajah masih bisa terbaca pada jarak dekat-menengah. Mode otomatis bisa dipaksa ON/OFF dari aplikasi.

5. Motion Detection & Motion Tracking

  • Motion Detection: kirim notifikasi saat ada pergerakan.
  • Motion Tracking: kepala kamera mengikuti objek bergerak (subjektif: kadang terlambat setengah detik tergantung jaringan, tapi berguna buat peliharaan aktif).

6. Sound Detection

Mendeteksi suara keras/tiba-tiba (misal barang jatuh, pintu dibanting, anak menangis, suara pecah).

7. ONVIF Support

Ingin tarik feed ke NVR, sistem CCTV campur merek, atau backend monitoring terpusat? Dukungan ONVIF bikin SC0201 lebih fleksibel dari kamera cloud-only.

8. Cloud + microSD Lokal

Kamu bisa rekam ke microSD untuk solusi hemat, atau ke layanan cloud jika khawatir kamera dicabut maling. Untuk pengamatan jangka panjang, kombinasi NVR/ONVIF + kartu memori jadi opsi praktis.


Cara Instal & Pairing (Langkah Singkat)

  1. Download aplikasi Fantech Smart Home (Android / iOS).
  2. Nyalakan kamera (colok adaptor 5V/1A via USB-C).
  3. Tunggu kamera boot (biasanya terdengar bunyi atau lampu indikasi).
  4. Di aplikasi: tekan Add Device → pilih kategori Smart IP Cam / PTZ.
  5. Pastikan jaringan Wi-Fi 2.4 GHz (kamera ini tidak jalan di 5 GHz).
  6. Scan kode atau ikuti panduan QR pairing (kamera akan baca barcode yang muncul di HP).
  7. Tunggu proses binding → selesai.
  8. (Opsional) Masukkan kartu microSD sebelum mounting permanen.
  9. Cek pan/tilt, mic, dan mode night sebelum instal di lokasi final.

Pengalaman Pakai di Studio

Kami letakkan unit di meja editing—simulasi ruang kerja biasa.

Kontrol Pan/Tilt: Perlu tekan dan tahan di aplikasi; versi app yang kami coba tidak selalu super responsif, jadi beri jeda sepersekian detik. Kalau jaringan penuh, kontrol terasa lebih lancar.

Delay: Ada sedikit jeda antara gerak fisik kamera dan feed visual yang tampil di screen. Ini umum di kamera WiFi entry-level; gunakan jaringan stabil untuk terbaiknya.

Sudut & Jangkauan: Dari satu sudut ruangan, bisa lihat PC editing, tripod kamera, dan sebagian area rak. Sudut rotasinya cukup untuk “nyapu” ruangan 4×5 m.

Mode Privacy: Favorit. Ketika mau meeting rahasia, tinggal tap—kamera menunduk. Orang yang lewat pun langsung tahu kamera sedang off secara fisik.

Night Test: Saat lampu mati total, IR menyala otomatis. Wajah orang yang lewat masih terdeteksi, motion detection tetap aktif.


Tips Penempatan Agar Maksimal

  • Posisikan di sudut ruangan agak tinggi (±2–2,5 m) bila ingin liputan luas.
  • Jangan tempatkan tepat di bawah plafon yang sangat terang (overexposure).
  • Pastikan adaptor dan kabel tidak mudah tercabut anak kecil / hewan.
  • Kalau sinyal Wi-Fi lemah, tambah repeater atau pasang lebih dekat router.
  • Masukkan microSD sebelum dikunci bracket dinding untuk menghindari bongkar pasang.

Troubleshooting Cepat

MasalahPenyebab UmumSolusi
Tidak terdeteksi saat pairingWi-Fi 5 GHzGanti ke 2.4 GHz, atau aktifkan hotspot 2.4 GHz sementara.
Video delay beratJaringan lambat / ping tinggiDekatkan ke router, kurangi perangkat aktif, turunkan resolusi sementara.
Motion tracking lompat-lompatObjek terlalu cepat / cahaya rendahTingkatkan pencahayaan; nonaktifkan tracking bila tidak perlu.
Tidak ada rekamanmicroSD belum diformatFormat di aplikasi → aktifkan “record to SD”.
Privacy Mode tidak kembaliKepala kamera tersangkutRestart daya; cek instalasi bracket terlalu rapat atau tidak.

Kelebihan

  • Resolusi 2K 1296p lebih tajam dibanding CCTV 720p / 1080p murah.
  • Pan hingga hampir keliling ruangan + tilt lebar.
  • Privacy mode fisik (kamera menunduk) – nilai plus untuk rumah & kantor.
  • Audio dua arah jelas untuk monitoring keluarga/pegawai/peliharaan.
  • Motion detection, sound detection, motion tracking lengkap untuk kelas harganya.
  • microSD + Cloud + ONVIF → fleksibel untuk pengguna rumahan maupun integrasi semi-profesional.
  • Desain kecil, tidak menakutkan jika dipasang di ruang publik rumah.
  • Konsumsi daya rendah (5V/1A; bisa pakai adaptor charger HP cadangan).

Kekurangan

  • Kabel power bawaan pendek; butuh perpanjangan kalau pasang tinggi.
  • Feed video ke aplikasi kadang delay tergantung kualitas jaringan (terasa saat pan cepat).
  • Frame rate moderat (sekitar 15fps di 1296p) – cukup untuk pemantauan, bukan rekaman aksi cepat.
  • Tidak untuk pemakaian outdoor tanpa perlindungan (ini kamera indoor).

Rekomendasi Pembelian

Ambil Fantech SC0201 PTZ kalau kamu butuh:

  • Kamera indoor murah tapi resolusi sudah di atas Full HD murah.
  • Fitur pan/tilt remote dari HP untuk satu ruangan multi-objek.
  • Fitur privasi mekanis — ini jarang di kelas harga low budget.
  • Integrasi dengan sistem NVR / ONVIF tanpa ganti ekosistem rumah pintar.

Kalau kamu butuh kamera tahan hujan/di luar pagar, cari unit outdoor IP-rated (beda kategori). Tapi untuk ruang tamu, ruang bayi, ruang kerja, ruang toko kecil—kamera ini masuk akal banget secara harga & fitur.



FAQ Singkat

Apakah harus pakai Cloud? Tidak. Rekam ke microSD sudah cukup untuk sebagian besar pengguna rumahan.

Bisa diakses beberapa akun? Bisa dibagikan akses melalui aplikasi (cek menu sharing di app Fantech Smart Home).

Butuh internet terus? Untuk live view jarak jauh, ya. Untuk rekam ke microSD lokal, kamera tetap merekam meski koneksi internet putus (selama listrik hidup).

Apakah bisa matikan lampu IR? Bisa atur mode Night Vision manual/auto dari aplikasi bila ruangan masih cukup terang.


Penutup

Fantech SC0201 PTZ membawa formula “kamera indoor murah tapi tidak murahan”: resolusi lebih tinggi (1296p), fitur lengkap, pan-tilt, audio dua arah, dukungan ONVIF, dan privacy mode mekanis yang bikin tenang. Delay ringan di jaringan bukan dealbreaker selama Wi-Fi stabil. Untuk kelas harga hemat, ini salah satu kamera paling masuk akal untuk pemantauan rumahan dan ruang kerja kecil.

Kalau sudah siap pasang, jangan lupa siapkan:

  • microSD (disarankan 32–128GB).
  • Perpanjangan kabel USB-C bila titik pasang jauh dari stop kontak.

Selamat mencoba. Jika sudah pasang, bagikan pengalamanmu di kolom komentar—apakah motion tracking-nya kepakai buat mantau kucing?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *